ADSENSE Link Ads 200 x 90
ADSENSE 336 x 280
Tips Menghapal Quran
Berikut kami sajikan
delapan hal yang in syaa Allah membuat
kita merasa nikmat menghafal Al-Qur’an. Tips ini merupakan cara jitu Ustadz
Deden Makhyaruddin yang menghafal 30 juz dalam 56 hari (setoran) dan 19 hari
untuk melancarkan.
Tapi uniknya, ia mengajak kita untuk berlama-lama dalam
menghafal, sebagaimana dilansir Al-Qur’an Ikrar. Bismillah.
![]() |
| Mushaf Al Qur'an |
Suatu hari Ustadz Deden pernah
menerima telepon dari seseorang yang ingin memondokkan anaknya di pesantrennya.
“Ustadz, menghafal di tempat
antum tu berapa lama untuk bisa khatam?”
“SEUMUR HIDUP”, jawab Ustadz.
Deden santai.
Meski bingung, Ibu itu tanya
lagi, “Targetnya, Ustadz?”
“Targetnya HUSNUL KHOTIMAH, MATI
DALAM KEADAAN PUNYA HAFALAN.”
“Mmm…kalo pencapaiannya,
Ustadz?”, Ibu itu terus bertanya.
“Pencapaiannya
adalah DEKAT DENGAN ALLAH”, kata Ustadz Deden tegas.
Menggelitik, tapi sarat makna.
Ustadz Deden berprinsip: CEPAT HAFAL itu datangnya dari ALLAH, INGIN CEPAT
HAFAL (bisa jadi) datangnya dari SYETAN.
Sebelum membaca lebih jauh, saya
harap anda punya komitmen terlebih dahulu untuk meluangkan waktu satu jam per
hari khusus untuk qur’an. Kapanpun itu, yang penting durasi satu jam.
Berikut delapan prinsip yang diterapkan Ustadz Deden beserta
sedikit penjelasan dari redaktur AI.
1. Menghafal tidak harus
hafal
Allah memberi kemampuan menghafal
dan mengingat yang berbeda-beda pada tiap orang.
Bahkan imam besar dalam ilmu
qiroat, guru dari Hafs -yang mana bacaan kita merujuk pada riwayatnya- yaitu
Imam Asim menghafal Al-Quran dalam kurun waktu 20 tahun.
Target menghafal kita bukanlah
‘ujung ayat’ tapi bagaimana kita menghabiskan waktu (durasi) yang sudah kita
agendakan HANYA untuk menghafal.
2. Bukan untuk
diburu-buru, bukan untuk ditunda-tunda
Kalau kita sudah menetapkan
durasi, bahwa dari jam 6 sampe jam 7 adalah WAKTU KHUSUS untuk menghafal
misalnya, maka berapapun ayat yang dapat kita hafal tidak jadi masalah.
Jangan buru-buru pindah ke ayat ke-2 jika ayat pertama belum
benar-benar kita hafal. Nikmati saja saat-saat ini. Saat dimana kita
bercengkrama dengan Allah. satu jam lho.
Masak untuk urusan duniawi delapan jam betah, hehe.
Inget, satu huruf melahirkan sepuluh pahala bukan?
So, jangan buru-buru. Tapi ingat,
juga bukan untuk ditunda-tunda. Habiskan saja durasi menghafal secara ‘PAS’.
3. Menghafal bukan untuk
khatam, tapi untuk setia bersama Qur’an
Kondisi HATI yang tepat dalam
menghafal adalah BERSYUKUR bukan BERSABAR. Tapi kita sering mendengar kalimat
“Menghafal emang kudu sabar”, ya kan?
Sebenarnya gak salah, hanya
kurang pas saja. Kesannya ayat-ayat itu adalah sekarung batu di punggung kita,
yang cepat-cepat kita pindahkan agar segera terbebas dari beban (khatam).
Bukankah di awal surat Thoha
Allah berfirman bahwa Al-Qur’an diturunkan BUKAN SEBAGAI BEBAN. Untuk apa
khatam jika tidak pernah diulang? Setialah bersama Al-Qur’an.
4. Senang dirindukan ayat
Ayat-ayat yang sudah kita baca
berulang-ulang namun belum juga nyantol di memory, sebenarnya ayat itu lagi
kangen sama kita. Maka katakanlah pada ayat tersebut “I miss you too…” hehe. Coba
dibaca arti dan tafsirnya.
Bisa jadi ayat itu adalah
‘jawaban’ dari ‘pertanyaan’ kita. Jangan buru-buru suntuk dan sumpek ketika gak
hafal-hafal. Senanglah jadi orang yang dirindukan ayat.
5. Menghafal sesuap-sesuap
Nikmatnya suatu makanan itu
terasa ketika kita sedang memakannya, bukan sebelum makan bukan pula
setelahnya. Nikmatnya menghafal adalah ketika membaca berulang-ulang.
Dan besarnya suapan juga harus pas di volume mulut kita agar makan terasa nikmat. Makan
pake sendok teh gak nikmat karena terlalu sedikit, makan pake centong nasi
bikin muntah karena terlalu banyak.
Menghafal-pun demikian. Jika
“‘amma yatasa alun” terlalu panjang, maka cukuplah “‘amma” diulang-ulang.
Jika terlalu pendek maka lanjutkanlah sampai “‘anin
nabail ‘adzhim” kemudian
diulang-ulang. Sesuaikan dengan kemampuan ‘mengunyah’ masing-masing anda.
6. Fokus pada perbedaan,
baikan persamaan
“Fabi ayyi alaa’i rabbikuma
tukadz dziban” jika kita
hafal 1 ayat ini,1 saja! Maka sebenarnya kita sudah hafal 31 ayat dari 78 ayat
yg ada di surat Ar-Rahman.
Sudah hampir separuh surat kita
hafal. Maka ayat ini dihafal satu kali saja, fokuslah pada ayat sesudahnya dan
sebelumnya yang merangkai ayat tersebut.
7. Mengutamakan durasi
Seperti yang dijelaskan di atas,
komitmenlah pada DURASI bukan pada jumlah ayat yang akan dihafal. Ibarat argo
taxi, keadaan macet ataupun di tol dia berjalan dengan tempo yang tetap.
Serahkan satu jam kita pada
Allah.. Syukur-syukur bisa lebih dari satu jam.
Satu jam itu gak sampe 5 persen
dari total waktu kita dalam sehari loh! Lima persen untuk Al-Quran, harus bisa
dong ah…
8. Pastikan ayatnya
bertajwid
Cari guru yang bisa mengoreksi
bacaan kita. Bacaan tidak bertajwid yang ‘terlanjur’ kita hafal akan sulit
dirubah/diperbaiki di kemudian hari (setelah kita tahu hukum bacaan yang
sebenarnya).
Jangan dibiasakan otodidak dalam
hal apapun yang berkaitan dengan Al-Qur’an; membaca, mempelajari, mentadabburi,
apalagi mengambil hukum dari Al-Quran.
Catatan penting:
Setiap point dari 1 – 8 saling
terkait.
Semoga bermanfaat, niat kami
hanya ingin berbagi. Mungkin ini bisa jadi solusi bagi teman-teman yang merasa
tertekan, bosan, bahkan capek dalam menghafal.
Kami yakin ada yang tidak setuju
dengan uraian di atas. Pro-kontra hal yang wajar karena setiap kepala punya
pikiran dan setiap hati punya perasaan.
Oh ya, bagi penghafal pemula jangan lama-lama berkutat dalam
mencari metode menghafal yang cocok dan pas. Dewasa ini banyak buku ataupun
modul tentang menghafal Al-Qur’an dengan beragam judulnya yang marketable.
Percayalah, satu metode itu untuk
satu orang. Si A cocok dengan metode X, belum tentu demikian dengan si B,
karena si B cocok dengan metode Y.
Yakini saja sepenuhnya dalam hati
bahwa menghafal itu PENELADANAN PADA SUNNAH NABI BUKAN PENERAPAN PADA SUATU
METODE.
Satu lagi seringkali teman kita
menakut-nakuti, “Jangan ngafal. Awas lho, kalo lupa dosa besar”. Hey, yang dosa
itu MELUPAKAN, bukan LUPA.
Imam masjidil Haram pernah lupa
sehingga dia salah ketika membaca ayat, apakah dia berdosa besar?
Semoga kita masuk syurga dengan jalan menghafal Qur’an. Aamiin.
Selamat menghafal.

0 Response to "Tips Menghapal Quran"
Post a Comment